Friday, August 07, 2015

Catatan Anak Perantauan (reCAP) Part 3 - Awal Yang Manis?

Lucunya, saya bisa mensyukuri semua keadaan itu baru sekarang. Apa memang begitu ya, manusia (?)

Keadaan yang super berbeda antara hometown dengan kota yang kita tempati sekarang, membuat kita berusaha beradaptasi dengan cara yang "super berbeda" pula, mau tidak mau. Akibatnya, sangat mungkin bagi kita untuk menjadi pribadi yang berbeda setelah melalui masa-masa sulit beradaptasi di negara perantauan.

Berada dalam keadaan "super berbeda" adalah salah satu ujian hidup. Ibaratnya nih, ambil ujian 1 mata pelajaran yang gurunya tidak menjelaskan materi pelajarannya terlebih dahulu. Ya, ujian hidup memang begitu.

Saya bersyukur Tuhan mempertemukan saya dengan orang-orang yang tepat selama saya dalam keadaan yang sangat baru itu. Kadang diantara mereka adalah orang-orang yang kurang saya sukai saat itu. Namun setelah melihat apa yang terjadi sekarang, saya paham mengapa saya bertemu dengan mereka meski tidak saya sukai. Lucunya, saya bisa mensyukuri semua keadaan itu --baru sekarang--. Apa memang begitu ya, manusia (?)

Dengan siapa kita bergaul, itu adalah salah satu faktor yang membentuk pribadi "super berbeda" kita, seperti apa kita di masa depan. Ya, memang kita punya prinsip masing-masing pada awalnya. Tetapi kita perlu membuka wawasan kita, atau be open-minded, sehingga saat kita bertemu orang-orang yang tepat, tak jarang pelajaran hidup bisa kita pahami dari mereka.


Kesimpulannya, keadaan "super" berbeda ini pastinya akan tough untuk semua orang. Tetapi yang paling penting adalah jangan mengeluh, berinteraksilah dengan siapapun lalu memilih sahabat-sahabat terbaik, buka mata & telinga (be open-minded), dan tetap mensyukuri setiap keadaan, apapun yang terjadi.

Monday, May 18, 2015

When A Girl Falls In Love

IT IS HORRIBLY EASY for people to notice when a girl falls in love.

She becomes quiet, clumsy, and very sensitive. She doesn't have any clue in how to act 'normal' near the guy she likes. Although she tries to act 'normal', it is horribly easy to notice that her act is not normal.

If people in the whole world can notice that, why can't the guy?

Saturday, February 21, 2015

Catatan Anak Perantauan (reCAP) - Tujuan Sekolah di Luar Negeri?

Salah satu alasan saya untuk bersekolah di luar negeri dan jauh dari orang tua, adalah untuk menjadi mandiri dan tangguh. Seperti yang disinggung di posting sebelumnya, "jauh dari orang tua is a good thing somehow". Yang kalau biasanya di rumah, segala sesuatunya 'diuruskan' oleh orang tua, beda cerita kalau sudah jauh dari orang tua.

Selain mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyapu, mengepel, memasak, dll... kita yang tinggal di tempat antah berantah ini juga ribet banget kalo udah soal tempat tinggal, asuransi kesehatan, gimana cara bayar uang spp, nyimpan uang di bank, ditambah lagi kalo kita harus perpanjang paspor/visa dan ijin tinggal sebelum kadaluarsa.

Secara tidak langsung, segala keribetan yang kita hadapi membentuk karakter mandiri dan tangguh itu tadi. Tujuan nulis posting ini ya agar teman-teman ingin bersekolah di luar negeri bukan sekedar untuk gaya-gayaan atau lihat 'keren' nya saja. Idealnya, kita harus punya visi dan target untuk langkah apapun yang ingin kita lakukan, jangan karena ikut-ikutan orang lain.

Jangan salah, banyak lho teman-teman kita yang ke luar negeri, lalu balik ke Indonesia, ya...tidak begitu banyak melakukan perubahan. Ada juga yang, sudah bertahun-tahun di luar negeri, tapi kerjanya di posisi yang sama puluhan tahun, dan lalu akhirnya kembali ke kampung halaman dengan.. ya seperti kembali lagi dari awal karir. Saya rasa mereka seperti itu karena lemahnya perencanaan visi dan target yang mereka tentukan.

Saya pun juga masih dalam tahap perjuangan saat ini. Kita semua.

Jika ada yang bertanya, "Hanya itukah tujuanmu untuk bersekolah ke luar negeri? Mahal sekali harga yang kau bayar untuk menjadi mandiri dan tangguh.. apakah harus dengan bersekolah ke luar negeri untuk menjadi mandiri dan tangguh?"

Tentu menjadi mandiri dan tangguh tidak harus dengan bersekolah ke luar negeri. Intinya, 'merantau', menjauh dari orang tua untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Menjadi mandiri dan tangguh pun juga bukan satu-satunya tujuanku, masih ada 1000 tujuan lain yang saya ingin capai --insha Allah-- dengan memulai bersekolah di luar negeri.

Monday, November 10, 2014

Catatan Anak Perantauan (reCAP 1)

Sudah setahun lebih ngga nulis, tapi banyak perubahan yang aku alami. Pingin banget recap pelajaran hidup yang aku dapat setahun terakhir ini. Kuliah udah di tingkat akhir, beda banget rasanya sama pas baru masuk kemarin kemarin. Rasanya pribadi semakin matang menghadapi hidup yang penuh perjuangan, dan semakin aku rasa keberadaan Tuhan disetiap waktu, yang mengatur semua kejadian dan peristiwa, dimana aku belajar mengambil hikmahnya.

There's always a second chance. Jangan pernah menyerah, apapun yang terjadi. Ketakutanku akan gagal mengawali langkah saat aku memutuskan kuliah dengan jurusan yang aku ngga pernah mbayangin bakal ambil jurusan ini. Ketakutanku akan gagal membayangi pikiranku karna peristiwa 'salah jurusan' di tahun2 sebelumnya.

Karna do'a dan usaha, everything is possible, terutama do'a orang tua. Lagu lama, nasehat kuno, tapi 100% benar dan akurat. Singkat kata, kalo merasa sudah do'a dan usaha, tapi yang diinginkan belum tercapai, brarti ya..Tuhan belum mengizinkan. Meski begitu, tetap berusaha, tidak menyerah untuk mendapatkan sesuatu yang baik.

Jauh dari orang tua is a good thing somehow. Yup, ini yang bisa aku simpulkan dari semua kejadian yang pernah ada selama aku di negeri perantauan. Kebiasaan di rumah tidak semuanya bisa dibawa kesini. Karna perbedaan lingkungan yang begitu jauh, membuat anak perantauan menjadi lebih mandiri, dan grow up. Karna hidup sendiri, semuanya juga ditanggung sendiri. Makanan, kebersihan, kesehatan, sekolah, dll.. orang tua yang jauh tidak melulu bisa mengingatkan kita setiap saat. Dari pengalaman pribadi, 3 bulan pertama krasa sedih kalo lagi ngerjain pekerjaan rumah seperti masak, ngepel, dll.. karna jadi teringat how we used to be at home, semua dikerjakan orang lain. Tetapi setelah itu, I'm survived, alhamdulillah. :)

--to be continued--

Wednesday, March 06, 2013

I want to be someone who is able to support myself even in hard times. In that way then I will be able to support someone else - Honey and Clover Live Action Drama

Tuesday, February 19, 2013

Honey and Clover Quote (1)

Let's pretend there are only two choices in life, work hard or give up. It's the same for you, the same for everyone. (Taken with change - Honey and Clover Anime & Drama)

My Favorite Anime - Honey and Clover (Hachimitsu to Kuroba)

You, anime lovers, have you heard about this anime before? If yes, could you tell me more how do you think about this story? This is the anime that I like the most, it is not only captured a picture of college life completely, but also described Japanese culture at the same time. As far as I know, the genre of this anime are shoujo, romantic, comedy, and slice of life. Yeah, slice of life. It told you the meaning of a struggle, what to achieve in this life, and of course, the meaning of true love. I think the saddest part of this story is the unrequited love part, although there are so much things to learn while we followed this part; the most heartbreaking part :(.

The picture above was about Yamada who was angry because of Mayama's playful manner towards girls [but actually, it's obvious that she was jealous :D]

The manga was written by Chika Umino. The anime was divided into 2 seasons; 24 episodes in season 1 and 12 episodes in season 2 (Wikipedia, 2012). It tells about the lives of 5 students (become best friends) in an art college. With different characteristics, they are in search for true-self identity, while love triangles are about to be around them. Be curious to know something new, and follow your heart are the key of finding our true-self characters. Beside, be sincere to love something or someone and be patient to wait for someone or something that worth to be achieved or struggled. Well, that's pretty much what I got. This is interesting to watch, and...to let you know, although this might be seen so complicated, this is actually funny story. You may be cry sadly in the few minutes, but after that you may be laugh so hard, and then you may be freaked out because of Morita's behaviour [Morita is one of the main character who is a weird person :p].

Anime Watchlist


Last summer I watched a-LOT of animes, so I think it would be good to make notes for what animes I have watched [means I followed the story from the start to the end]. Here's the list, I really appreciate if you comment anything about this list, like if you have watched some of them, or if you want to ask my opinion about them;

  1. Honey and Clover Season 1, OVA, and Season 2
  2. Gakuen Alice (Alice Academy)
  3. Nodame Cantabile Season 1 & 2
  4. Bokura Ga Ita (We Were There)
  5. Kimi Ni Todoke Season 1 & 2
  6. Lovely Complex
  7. Tokyo Mew Mew
  8. Itazura Na Kiss
  9. Special A
  10. Skip Beat!
  11. Kaichou Wa Maid-sama!
  12. Vampire Knight Season 1 & 2
All of them are Shoujo animes [animes for girls], and of course I picked up all animes that I am going to watch. After I finished each of them, I often miss them; miss their stories and do not feel bored to watch them again because they are just awesome and sometimes reflected my life; either in present or past [especially in high school :p]. So it's a bit of nostalgia everytime I watched these animes.

To be honest, when I watched these, I became so crazy because you would see me smiling, laughing, crying, or screaming loudly like I never did before ;D

Saturday, August 04, 2012

Informatika Itu Karakter


Ada banyak pertanyaan timbul ketika aku menulis artikel ini, tentang pandangan orang awam terhadap ilmu informatika, masa depan informatika dan pertanyaan mengapa laki-laki menjadi mayoritas di ilmu informatika. Namun aku akan menjelaskan di artikel ini untuk dua pertanyaan pertama.
Seringkali di negeri ku ini di Indonesia, orang menganggap lulusan informatika hanya jadi ‘tukang bongkar rakit’ komputer, ‘penyebar’ virus komputer, ‘pembobol privasi data’, dan lain-lainnya yang bisa disebut juga sebagai ‘hacker’. Padahal kita bisa bekerja JAUH LEBIH BAIK DARI ITU.
Dalam pengalaman pribadi, aku merasa agak ‘terlambat’ mendalami ilmu informatika ini di perkuliahan, dan bisa dibilang background ku di informatika sejak kecil tidak begitu kuat. Aku tidak menyentuh bahasa pemrograman apapun. Yang aku maksud bahasa pemrograman disini adalah bahasa yang melatih kita untuk berpikir seperti komputer, think how the memory works,  yang mungkin pernah kalian dengar seperti C, Java, C++, Pascal, F#, Ruby, dll.
Sejak aku SMP, aku mulai tertarik dengan informatika, meski belum mendalami secara teknik. Jujur ya, saat itu alasanku klise banget, nilaiku selalu diatas rata-rata di setiap mata pelajaran komputer. Tetapi saat itu orang tuaku kurang begitu setuju, karena mereka menganggap informatika itu bukan ilmu murni, melainkan ilmu pendukung yang semua orang bisa mempelajarinya dan tidak begitu perlu didalami sampai kuliah.
Sejak saat itu, aku lebih tertantang dan makin penasaran, sebenarnya apa sih informatika itu. Aku melihat pasti ada alasan tertentu kenapa informatika menjadi suatu ilmu tersendiri di perkuliahan.
Saat aku SMA, banyak sekali temanku yang selalu jadi rujukan teman yang lain kalau mereka lagi ada masalah sama PC atau laptopnya, alias mereka jago banget masalah hardware, software, troubleshooting, OS. Aku banyak belajar dari mereka. Tetapi sebenarnya saat itu aku kurang puas, meski aku tak yakin apa yang kucari. Karena aku berpikir bahwa semua orang pasti bisa menjadi seperti temanku itu, hanya masalah pengalaman.
Suatu hari, aku membaca majalah IT, dan disitu dituliskan, “10 Things To Work For the Future”, 10 hal dalam IT dimana para ilmuwan still work on it, yang saat itu juga aku bisa bilang “nah ini yang kucari”. Sambil membaca artikel tersebut, ada harapan kecil dalam hati untuk mewujudkan salah satunya.
Ilmu ini masih terbilang muda,  dan butuh berpuluh-puluh tahun untuk bisa berkembang. Ilmu informatika ada banyak cabangnya, yang awalnya adalah penemuan logika dari matematis, filosofis, dan lain lain, yang kemudian para ahli computer science memodelkan logika-logika tersebut sehingga menjadi terobosan baru untuk dunia informatika. Salah satu contohnya adalah ilmu pemrograman.
Dimulai dari tahun 1847 tentang ditemukannya pernyataan Boolean yang ada dua pilihan, benar/salah, 20 tahun kemudian baru  dimodelkan Pollens dan quantification tentang pernyataan Boolean ini, dan baru 55 tahun kemudian, Gentzen menguraikan dan menyempurnakan dengan pembuktian berdasarkan logical reasoning, dinamakan natural deduction, lambda calculus, sampai pada Curry-Howard isomorphism pada tahun 1980, dan ini masih diharapkan bisa berkembang lebih jauh lagi di masa depan seiring dengan pertanyaan-pertanyaan besar yang sering timbul di kepala kita seperti, bagaimana cara kita berkomunikasi dengan alien? Bagaimana cara mengenkripsi kode bahasa alien itu, misalnya. (dikutip dari Lecture Notes 20 oleh Philip Wadler, University of Edinburgh, 2011)
Inilah yang menurutku alasan mengapa informatika itu berbeda dengan ilmu lainnya. Think how the memory works, ini cukup mencengangkan bagiku. Think how the memory works, is not as easy as I thought, tidak semudah membalikkan tangan, tidak cukup hanya dengan pengalaman, tetapi juga butuh jam terbang, inovasi, kesabaran tentunya, dan sedikit imajinasi. Ya, imajinasi, seperti dalam seni. Namun ketika seorang ilmuwan informatika berimajinasi, ia juga harus mempertimbangkan resikonya yaitu waktu dan uang.
Mungkin informatika bukanlah ilmu murni seperti matematika, ilmu hukum, atau filosofi, tetapi jika anda melihat perkembangan sekarang, misal auto-pilot technology dan robot di bidang engineering dan elektro, tidak akan berhasil kalau tidak ada cabang ilmu informatika, Artificial Intelligence. Robot sendiri pun ada berbagai macam tipenya, tergantung tujuan dibuatnya. Selain itu, ketika robot merepresentasikan bahasanya, dibutuhkan ilmu logika untuk memudahkan proses penerjemahannya, dan ini dibentuk dalam satu cabang informatika bernama, Natural Language Processing. Bisa dikatakan bahwa, penemuan dalam bidang teknologi akhir-akhir ini tak akan bisa berkembang pesat tanpa informatika.
Dengan kata lain, informatika adalah ilmu ‘katalis’. Sehingga sepertinya dalam masa yang akan datang informatika masih akan terus berkembang dan akan lebih banyak dibutuhkan peranannya. Dengan kemudian berpikir tentang enkripsi bahasa alien, membaca kode dari alam semesta, mengembangkan 'i-Robot' atau mengefisiensikan mesin waktu, meski itu masih dalam proses panjang namun tidak menutup kemungkinan untuk dapat tercapai.
 3-Agustus-2012

Monday, June 18, 2012

Happy Father's Day

Just a quote for father's day this year :)

"No daddy ever wants to see his little girl grow up, but every dad knows someday she has to" -Robby (Hannah Montana)
 -@disneywords

I remember last year I gave a funny card about 'hard worker' to my dad and he laughed. ^_^

Anyway, I just wonder whether it is alright to say "happy father's day" to any other dads beside our granddads, and daddies, such as lecturers (well, that's an example 'cause apparently I am a student) and maybe give some present as well, any thoughts?

P.S Father's day in UK and many other countries. It was held every Sunday in the third week of June -source: Wikipedia